Minggu , Juni 7 2020
Home » Berita » Oi Indramayu Terjunkan Relawan SAR Laka Laut di Muara Sumbermas

Oi Indramayu Terjunkan Relawan SAR Laka Laut di Muara Sumbermas

Oi-Indramayu|| Kejadian kecelakaan di laut pada tanggal 06 Juni 2019 tepatnya hari kamis sore sekitar jam 5. Bermula saat Sdr. Rasto berniat membawa perbekalan air untuk melaut di kapal cuminya yang berlabuh di perairan wilayah Muara Sumbermas Desa Ilir Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.

Beliau menggunakan 3 (tiga) perahu, salah satunya adalah KM Tantri Jaya yang tidak hanya membawa drigenan air tapi juga membawa keluarga bpk Rasto. Namun, Nahas perahu yang di gunakan sdr. Rasto tersebut saat baru saja lepas di beberapa Km dari bibir muara Sumbermas diterjang ombak dan terbalik. Diduga karena muatan yang berlebih, juga membawa muatan keluarga yang berjumlah 5 orang dan 1 pengemudi KM Tantri Jaya.

Tercatat pada saat kejadian satu perahu yang terbalik tersebut ada 6 (enam) orang yaitu:
Rasto umur 30th dan Nengsih 25th (Suami Istri) belum ditemukan. Sementara yang selamat adalah Wisnu 8th (anak Rasto), Soni 29th, Nano 48th, dan Pengemudi Bpk. Carma 45th. Semua warga desa Ilir Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.

Ketua Oi Crisis Center Kab. Indramayu menjelaskan bahwa “Benar telah terjadi laka laut, saya sudah mengkonfirmasi dengan korban yang selamat, dimungkinkan masih 2 orang lagi yang belum diketahui keberadaannya, mudah mudahan besok bisa dilakukan pencarian, karena jarak pandang di laut guna pencarian korban yang hilang sangat terbatas” terang ato.

Dengan adanya informasi tersebut, Oi Indramayu segera berkoordinasi via telepon ke BPBD Kabupaten Indramayu guna ditindaklanjuti.

“Begitu informasi A1, kami langsung menghubungi ibu Yani, yang kebetulan salah satu petugas di BPBD Kabupaten Indramayu, dan langsung merespon guna berkoordinasi dengan PolAirud Eretan Wetan juga dengan Basarnas”, terang Ali Sa’id, S.Pd.I sebagai ketua Ormas Oi Indramayu.

Ke esokan harinya, Jumat tanggal 07 Juni 2019 ketua Oi Crisis Center Unit Pelaksana Wilayah Kabupaten Indramayu Mas Sugiyanto setelah menghadap semalam kepada ketua Ormas Oi Indramayu Sdr. Ali Sa’id sebagai Oi Induk dari Badan Otonom Oi Crisis Center Unit Pelaksana Wilayah Indramayu guna ikut serta dalam proses SAR kepada korban yang belum ditemukan.

“Sesuai dengan petunjuk Ketua Oi Indramayu, Kami mempersiapkan alat-alat Pelindung Diri (APD) yang berhubungan dengan proses SAR di Air, serta beberapa anggota yang diperbantukan dari Kader OCC UPW Kab. Indramayu yaitu : Dediyanto (BPKel Oi Kesaksian), Fani Azis dan Chairil Anwar (BPKel Oi Scaf Liar)”, jelas Ato.

Pagi hari sekitar jam 7 pagi, kami mejadi Relawan guna membantu Basarnas propinsi Jawa Barat dan Cirebon, PolAirud Kab. Indramayu, Tagana Kabupaten Indramayu, Koramil Kandanghaur, pemerintah desa ilir dan unsur masyarakat mulai pencarian di wilayah terdekat perahu yang terbalik tersebut.

Korban berjenis kelamin perempuan berhasil ditemukan sekitar jam 8 pagi tepat berada di bawah perahu yang terbalik, yang diketahui menurut saudara korban bahwa benar itu yang bernama Nengsih. Dan langsung di evakuasi untuk guna identifikasi lanjutan.

Kemudian tim SAR terus mencari kembali, dan sekitar jam 17.27 Wib berhasil menemukan kembali korban yang berjenis kelamin laki-laki yang diketahui bernama Rasto, berada lebih jauh dari lokasi Nengsih ditemukan.

Operasi SAR resmi ditutup oleh Basarnas propinsi Jawa Barat hari jumat tanggal 7 juni 2019 jam 19.00 Wib dikarenakan semua korban yang hilang telah ditemukan. Dan telah teridentifikasi dari petugas kesehatan bahwa korban tersebut Meninggal dunia, serta telah dikembalikan ke keluarganya untuk segera dikebumikan.

“Kami bersyukur, dalam pencarian korban yang hilang akibat laka laut akhirnya dapat ditemukan semua. Berkat dari kerjasama seluruh unsur yang terlibat, semoga Allah menerima amal ibadah korban, dan keluarganya dapat ikhlas serta diberi ketabahan” imbuh Ato.

AS

Check Also

Oi Pondokku dan Oi Panji Demokrasi Turut Semarakkan Pawai Obor

Oi-Indramayu|| Banyaknya kegiatan yang di beberapa wilayah kabupaten Indramayu, mendorong pula pergerakan dari kelompok Oi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *