Minggu , Juni 7 2020
Home » Berita » Sekretariat Oi Indramayu disinggahi Rombongan Aksi Literasi 578 km Wonogiri-Jakarta.

Sekretariat Oi Indramayu disinggahi Rombongan Aksi Literasi 578 km Wonogiri-Jakarta.

Oi-Indramayu|| Sebuah perjalanan yang tak biasa, dan sesuatu yang akan diraih perlu sebuah perjuangan, mungkin itu kata yang tepat untuk 4 (empat) pegiat literasi yang pada hari Sabtu, 16 Agustus 2019, jam 23.15 Wib singgah di Sekretariat Badan Pengurus Oi Kabupaten Indramayu.

Mereka beristirahat semalam untuk kemudian akan melanjutkan lagi perjanannya menuju Jakarta. Disela obrolan tengah malam, banyak diskusi ringan terkait BPK Oi Indramayu yang juga memiliki Taman Baca “join perpus” yang diketuai oleh Sugiyanto.

“Mas yudi, motivasi awal pergerakan ini apa ?”, tanya Ali Sa’id (Ketua BPK Oi Indramayu”,

“Berawal dari sebuah rencana saya yang mana, siapapun yang terpilih menjadi presiden, saya akan melakukan jalan kaki dari Wonogiri – Jakarta sebagai bentuk dukungan agar presiden terpilih agar terus melanjutkan program Free Cargo Literasi ( Kirim Buku Gratis ) setiap tanggal 17 setiap bulan”, jelas Wahyudi sebagai ketua koordinator aksi jalan kaki.

“FCL ( Free Cargo Literasi ) kirim buku gratis setiap tanggal 17 adalah sebuah program dari pemerintah untuk mempermudah donatur buku menyumbangkan buku kepada para pegiat literasi di pelosok Indonesia. Selama propgram FCL ini sudah mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah pendanaan. Sejak program ini berlangsung dari Mei 2017, PT. POS Indonesia yang menanggung biaya operasional. Dan beberapa tahun kemudian PT. POS ternyata tidak mampu menanggung biaya program FCL ini sendirian, Akhirnya pada tahun 2018 program ini sempat terhenti, dan akhirnya Kemendikbud mengulurkan tangan agar FCL bisa terus berjalan dengan aturan baru. Jika dulu para donatur bisa mengirimkan buku bacaan dari kantor pos mana saja, sekarang donatur harus mengirimkan buju ke Kemendikbud, ( Balai Bahasa Propinsi ) setiap daerah, lalu pihak Kemendikbud menyortir, baru dikirim ke pegiat literasi di pelosok Indonesia melalui PT. POS. Hal inilah yang membuat para pegiat literasi sedikit terhambat dalam mendapatkan kiriman buku, atau berbagi buku ke sesama pegiat literasi di Indonesia. Salah satu misi jalan kaki ini adalah mengetuk semua pihak, baik Kemendikbud, FTBM PBI, 1001BUKU, dll bisa duduk bareng membahas program FCL agar kembali mudah seperti dulu. Dan semoga dengan duduk bareng, akan ada solusi tentang keberlanjutan FCL agar tidak terkesan mempersulit para pegiat literasi dan tidak merugikan salah satu pihak, misalnya Kemendikbud atau PT.POS”, tambah yudi.

“Lalu, apakah dengan hal tersebut menjadikan kegiatan aksi jalan kaki ini dilaksanakan ? Bagaimana persiapannya ? Dan siapa saja yang turut aksi jalan kaki ini ?”, cecar Sa’id.

“Saya selaku ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat ( FTBM ) Kab Wonogiri, juga anggota Pustaka Bergerak Indonesia ( PBI ) mendapatkan dukungan penuh dari para anggota untuk suksesnya aksi ini, dari persiapan awal,sampai pemberangkatan kawan-kawan pegiat literasi Kab Wonogiri mempersiapkan semuanya. Dari rencana ini lalu tercetuslah aksi jalan kaki Wonogiri-Jakarta yang berjumlah 4 orang. Wahyudi, Pancoko, Ryon dari Wonogiri, dan Agus Mursidi dari Rembang, dengan mengusung konsep Merajut Benang Silaturahim ke Pegiat Literasi di setiap kota/kabupaten yang kami singgahi dengan membawa misi “Memperingati HUT RI ke 74” dan “Memperjuangkan Free Cargo Literasi” agar terus diadakan demi mudahnya akses bacaan di Indonesia. Start dari Wonogiri tanggal 23 Juli 2019, dengan di lepas oleh Bambang Haryanto selaku Kepala Pelaksana BPBD Kab Wonogiri. Pelepasan aksi jalan kaki ini tidak lepas dari kami yang juga sebagai relawan di FPRB ( Forum Pengurangan Risiko Bencana ) Kab Wonogiri. Setiap kota/Kabupaten yang kami lalui, kami singgah di taman baca, jaringan pustaka bergerak, 1001 buku, atau pegiat literasi yang ada di kota tersebut untuk diskusi, memberi semangat, saling menguatkan dan memberikan buku bacaan sebagai bentuk dukungan”, tegas yudi.

“Target awal, finish di Monas tanggal 17 Agustus 2019. Tapi ternyata banyak hal dan banyak kendala yang kami dapati selama dalam perjalanan, dari cedera lutut sampai harus didorong menggunakan kursi roda dari Pemalang sampai Cirebon. Di Cirebon istirahat 2 hari untuk pengobatan dan pemulihan tenaga. Dan Alhamdulillah Cirebon ke kota selanjutnya bisa meneruskan perjalanan tanpa menggunakan kursi roda”, yudi menambahkan.

Tepat hari sabtu tanggal 17 Agustus 2019, jam 13.08 Wib. Ketua BPK Oi Indramayu melepas rombongan aksi ini untuk melanjutkan missi perjalanannya dari Wonogiri – Jakarta.

(AS)

Check Also

Oi Pondokku dan Oi Panji Demokrasi Turut Semarakkan Pawai Obor

Oi-Indramayu|| Banyaknya kegiatan yang di beberapa wilayah kabupaten Indramayu, mendorong pula pergerakan dari kelompok Oi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *