Minggu , Juni 7 2020
Home » Sejarah Oi Indramayu
Sejarah Oi Indramayu

Sejarah Oi Indramayu

Berawal dari kecintaan terhadap lagu dan lirik IwanFals, beberapa elemen pemuda dari beberapa daerah di Indramayu diantaranya Jatibarang, Bulak, Sleman, Majasih, Widasari, Limbangan Indramayu, Indramayu, dan Gabus, berkumpul dan bersilahturahmi, berdikusi dan bertukar informasi mengenai lagu-lagu IwanFals.

Meskipun pada saat itu berasal dari berbagai daerah, tetapi tiap daerah tersebut hanya sedikit yang berkumpul bahkan ada beberapa daerah hanya terdiri satu orang saja, hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk menjalin komunikasi, apalagi pada saat itu masih belum marak media sosial seperti pada saat ini. Hanya daerah Jatibarang dan Gabus saja yang cukup banyak anggotanya, sehingga pada saat itu daerah-daerah lain yang anggotanya sedikit bergabung dengan Jatibarang atau Gabus.

Sungguh hal yang sangat indah saat itu tanpa melihat perbedaan strata sosial dan latar belakang pendidikan serta asal daerah, semua bersatu penuh dengan kekeluargaan dan kebersamaan. Perkembangan Oi Pusat yang baru berdiri pun terus dikuti, dan hal itu menginspirasi teman-teman di Indramayu untuk membentuk Organisasi Oi Indramayu.

Difasilitasi salah satu radio swasta, teman teman se Indramayu berkumpul, berdiskusi dan bertukar pikiran tentang rencana pendirian Oi. Pada akhirnya 7 September 2000 Oi Indramayu berdiri dan terpilih sebagai ketua adalah Aris atau yang kita kenal kang Aris dari GabusWetan, dengan penuh semangat dan di dukung beberapa teman-teman semakin itensif berkumpul. Pada saat itu kegiatan teman-teman Oi di Indramayu masih sebatas kumpul-kumpul, untuk lebih merekatkan persatuan, bisa berkumpul saja pada saat itu sudah dikatakan hal yang sangat bagus.

Pada akhirnya Kang Aris disibukan dengan tugas akhir Kuliah di Bandung, secara lisan beliau menyerahkan mandat Oi (BPK) Indramayu kepada Deddy Septiaji atau yang dikenal Kang Cele, dengan di dasari pada saat itu anggota Oi Jatibarang cukup banyak, apalagi ditambah dengan bergabungnya anggota Oi dari luar Jatibarang. Pada saat itu Sdr Deddy Septiaji masih belum bersedia menjadi ketua definitive, karena harus ada landasan hukumya, dan memang pada saat itu tidak ada yang bersedia menakhodai Oi Indramayu, Deddy hanya bersedia sebagai pelaksana tugas saja BPK Oi Indramayu.

Perkembangan BPP Oi pun di ikuti terus, pada saat itu di BPP Oi silih berganti Ketua Umum melalui Musyawarah Luar Biasa. Hal itu sepertinya menunjukan kurang kondusifnya suatu organisasi. Pada saat konser IwanFals di Stadion Wisnu Kuningan, banyak berkibar bendera Oi dari wilayah Indramayu, ironisnya satu sama lain tidak saling mengenal, hanya saling sapa “Oi…..”.Timbulah kesadaran, Oi Indramayu itu bukan hanya istilahnya Poros Jatibarang-Gabussaja, tetapi teman-teman Oi sudah menyebar keseluruh Indramayu, hanya saja untuk menyatukannya tidak semudah yang dibayangkan.

Dengan latar belakang suasana BPP Oi saat itu dan banyaknya teman-teman Oi Indramayu yang begitu banyak nonton konser di Kuningan tersebut tetapi sepertinya saling berpencar dan berjalan sendiri-sendiri serta dorongan dan desakan dari Kang Aris, akhirnya berangkatlah Sdr Deddy Septiaji dan beberapa teman-teman Oi Indramayu ke Leuwinanggung menemui Ketua Umum BPP Oi Kang Digo dan berdiskusi panjang lebar dan cukup lama dengan Kang Digo dan Bapak Virgiawan Listanto (IwanFals), lalu dikeluarkanlah Surat Keputusan BPP Oi Nomor : 15.111/BPP.Oi/1/2004 tentang pengukuhan Badan Pengurus Kota Oi Indramayu yang mengukuhkan secara Definitif Deddy Septiaji dari Jatibarang sebagai Ketua BPK Oi Indramayu dan Jojo Shaleh sebagai Wakil Ketua.

Pada era ini mulai dilakukannya pendataan anggota Oi dan peng-Administrasian anggota Oi Indramayu, serta penekanan aspek psikologisya itu menerapkan mental Militan Oi. Artinya menciptakan anggota Oi yang militan. Pada saat itu dirasakan ada beban cukup berat karena pengurus harus jemput bola untuk melakukan pendataan, dan yang terutama adalah menyatukan satu pandangan bahwa Organisasi Oi bukanlah hanya sekedar Fans Club. Merubah mindset anggota ini yang cukup sulit, yaitu membedakan dan memisahkan Organisasi dan Fans Club.

Kondisi ini dicoba dengan adanya beberapa kegiatan diantaranya kerja sama dengan salah satu organisasi lingkungan hidup yang kebetulan ketua umumnya adalah pengurus BPK Oi Indramayu dan anggotanya hampir sebagian besar anggota Oi Indramayu, yaitu kegiatan sapu bersih sampah pesisir pantai utara Indramayu dari Karangkeng sampai Dadap Juntinyuat dan malamnya dilanjutkan kegiatan seni (akustik) di tepi pantai Juntinyuat. Pada era itu juga ditekankan kepada seluruh anggota Oi Indramayu untuk selalu berwirausaha mandiri.

Seiring perjalanan waktu, masa bakti kepengurusan BPK Oi Indramayu sudah berakhir dan sebetulnya sudah lama sudah berakhir, sepertinya memimpin tiga periode, periode pertama sebagai pelaksana tugas, periode kedua sebagai ketua definitive dan periode ketiga meneruskan periode kedua karena pada saat itu sulit sekali mencari pengganti Ketua Oi Indramayu, semua menolak menjadi ketua BPK Oi Indramayu. Kondisi ini jelas kurang baik, seolah-olah kaderisasi Oi Indramayu terhambat dan lama menjadi ketua terlalu lama adalah melanggar aturan, etika, kaidah dan norma organisasi.

Munas Oi di Dago Tea House Bandung dan terpilih kembali Kang Digo, untuk periode kedua menunjukan kondisi BPP Oi sudah kondusif dan hal itu tentunya berbanding terbalik dengan BPK Oi Indramayu, meskipun kondisinya sama-sama kondusif, hanya masalah kaderisasi yang terhambat yaitu pergantian ketua BPK Oi, sehingga secara lisan pula Ketua BPK Oi Indramayu pada saat Munas BPP Oi menawarkan kepada Apip dari Losarang sebagai Ketua BPK Oi Indramayu. Dan melalui proses dan mekanisme organisasi terpilihlah Sdr Apip sebagai Ketua Oi Indramayu yang ketiga. Hanya saja perjalanan kepengurusan periode ini tidak berjalan mulus, seiring adanya dinamika organisasi maka tiga bulan kemudian terjadi pergantian Ketua BPK Oi Indramayu dari Sdr Apip ke Sdr Kibul dari Jatibarang Baru sebagai Ketua BPK Oi Indramayu yang keempat. Sebenarnya Kang Kibul bukan orang baru dilingkungan Oi Indramayu, beliau adalah salah satu Senior di Oi Indramayu.

Perjalanan Oi Indramayu yang begitu panjang yang kemudian melahirkan kader-kader generasi baru, generasi muda berkualitas yang mempunyai pemikiran dan tindakan kedepan dan nyata serta semangat tinggi, maka terjadilah pergantian sesuai aturan organisasi dan terpilih Sdr Hardian sebagai Ketua BPK Oi Indramayuke lima. Kaderisasi tidak boleh tersendat, itulah salah satu slogan organisasi secara umum, maka terpilihlah Sdr Said Oo dari Karangampel sebagai Ketua BPK Oi Indramayu Keenam sampai saat ini periode 2013 – 2017.